Top 10 similar words or synonyms for ziusudra

atrahasis    0.731738

elish    0.712762

deukalion    0.697118

enûma    0.678008

odiseus    0.663777

xanthos    0.660037

taihao    0.651546

fúxī    0.647708

ὧδε    0.647123

utnapishtim    0.644570

Top 30 analogous words or synonyms for ziusudra

Article Example
Daftar mitos air bah Mitos Sumeria tentang Ziusudra menceritakan bagaimana dewa Enki memperingatkan Ziusudra (artinya "ia melihat kehidupan," sebagai rujukan terhadap karunia keabadian yang diberikan kepadanya oleh para dewata), raja Shuruppak, tentang keputusan para dewata untuk menghancurkan umat manusia dalam sebuah air bah - bagian yang menjelaskan mengapa dewa-dewa telah mengambil keputusan ini hilang. Enki memerintahkan Ziusudra membangun sebuah kapal besar - teks yang menggambarkan perintah ini pun hilang.
Daftar mitos air bah Mitos tentang Ziusudra terdapat dalam sebuah salinan, potongan Kitab Kejadian Eridu, yang menurut tulisannya berasal dari abad ke-17SM.
Air bah (Nuh) Cerita Ziusudra dikisahkan dalam bahasa Sumeria dalam potongan-potongan Kejadian Eridu, yang dapat diperkirakan tanggal penulisannya dari tulisannya yaitu akhir abad ke-17 SM. Cerita ini mengisahkan bagaimana Enki memperingatkan Ziusudra (yang berarti "ia melihat kehidupan," dalam rujukan kepada hadiah keabadian yang diberikan kepadanya oleh para dewata), raja Shuruppak, tentang keputusan dewata untuk menghancurkan umat manusia dengan air bah (teks yang menggambarkan mengapa dewata telah memutuskan hal ini telah hilang). Enki memerintahkan Ziusudra untuk membangun sebuah kapal yang besar (teks yang menceritakan perintah ini juga hilang). Setelah air bah selama tujuh hari, Ziusudra memberikan kurban yang selayaknya dan menyembah kepada An (dewa langit) dan Enlil (penghulu dewata), dan memperoleh kehidupan yang kekal di Dilmun, Taman Eden di kalangan bangsa Sumeria.
Bahtera Nuh Cerita Ziusudra dikisahkan dalam bahasa Sumeria dalam potongan-potongan Kejadian Eridu, yang dapat diperkirakan tanggal penulisannya dari tulisannya yaitu akhir abad ke-17 SM. Cerita ini mengisahkan bagaimana Enki memperingatkan Ziusudra (yang berarti "ia melihat kehidupan," dalam Referensi kepada hadiah keabadian yang diberikan kepadanya oleh para dewata), raja Shuruppak, tentang keputusan dewata untuk menghancurkan umat manusia dengan air bah—teks yang menggambarkan mengapa dewata telah memutuskan hal ini telah hilang. Enki memerintahkan Ziusudra untuk membangun sebuah kapal yang besar —teks yang menceritakan perintah ini juga hilang. Setelah air bah selama tujuh hari, Ziusudra memberikan kurban yang selayaknya dan menyembah kepada An (dewa langit) dan Enlil (penghulu dewata), dan memperoleh kehidupan yang kekal di Dilmun, Taman Eden di kalangan bangsa Sumeria.
Bahtera Nuh Mitos Sumeria juga menceritakan kisah seperti ini. Berbeda dengan agama Abrahamik, tokoh dalam kisah Sumeria tidak bernama Nuh namun Ziusudra. Kisah Sumeria mengisahkan bagaimana Ziusudra diperingatkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan diri dari banjir yang akan menghancurkan umat manusia. Tidak hanya dalam agama Abrahamik dan Sumeria, kisah hapir serupa juga ditemukan di banyak kebudayaan di seluruh dunia. Memang, kisah tentang banjir ini adalah salah satu cerita rakyat yang paling umum di seluruh dunia.
Daftar mitos air bah Setelah banjir berlangsung tujuh hari, Ziusudra membuat kurban yang semestinya dan menyembah An (dewa langit) dan Enlil (pemimpin para dewa), dan memperoleh kehidupan kekal di Dilmun (Taman Eden bangsa Sumeria) oleh An dan Enlil.
Air bah (Nuh) Pada abad ke-3 SM Berossus, seorang imam agung dari kuil Marduk di Babilonia, menulis sejarah Mesopotamia dalam bahasa Yunani untuk Antiokhos I Soter (323–261 SM). Tulisan Berossus "Babyloniaka" telah lenyap, tetapi seorang sejarahwan Kristen abad ke-3 dan ke-4, Eusebius mengisahkannya kembali dari legenda tentang Xisuthrus, versi Yunani dari Ziusudra, dan pada hakikatnya adalah cerita yang sama.
Dilmun Dilmun, yang kadang-kadang digambarkan sebagai "tempat matahari terbit" dan "negeri orang-orang yang hidup", merupakan latar belakang bagi beberapa versi Mitos penciptaan Sumeria, dan tempat Utnapistim (Ziusudra), pahlawan air bah Sumeria yang didewakan itu, diangkat oleh para dewa ke dalam kehidupan abadi. Dalam terjemahan Kejadian Eridu karya Thorkild Jacobsen, Dilmun disebut sebagai ""Gunung Dilmun"" yang katanya adalah suatu ""negeri semi-khayali nun jauh"".
Mitos air bah Sebuah teori yang mendapatkan dukungan dari arkelolog Max Mallowan dan Leonard Woolley adalah teori banjir lokal yang menghubungkan mitos air bah Timur Dekat Kuno kepada sebuah banjir sungai spesifik dari Sungai Efrat yang telah ditetapkan tanggalnya dengan radio-karbon pada sekitar tahun 2900 SM pada akhir Periode Jemdet Nasr. Prasasti iii,iv, baris 6-9 dari Epos Atrahasis, dengan jelas menyebutkan banjir itu sebagai banjir sungai lokal: "Bagaikan capung mereka [mayat-mayat] memenuhi sungai. Bagaikan rakit mereka telah pindah ke tepi [perahu]. Bagaikan rakit mereka telah pindah ke tepi sungai." Daftar raja Sumeria WB-444 menyebutkan air bah itu terjadi setelah pemerintahan Ziusudra, sang pahlawan banjir dalam Epos Ziusudra yang mempunyai banyak paralel dengan cerita-cerita banjir lainnya. Menurut arkelolog Max Mallowan banjir dalam Kitab Kejadian "didasarkan pada sebuah kejadian sungguhnya yang mungkin telah terjadi sekitar tahun 2900 SM ... pada awal periode Dinastik Awal."
Mitos air bah Sejumlah pakar percaya bahwa kisah air bah di Kitab Kejadian sebenarnya merupakan versi yang kemudian dari beberapa kisah mitos sebelumnya dari Mesopotamia (termasuk Epos Ziusudra, Epos Atrahasis, dan Epos Gilgames). Ada pakar yang mengemukakan bahwa mitos Kitab Kejadian mempunyai ciri-ciri yang lebih tua dari versi Babilon. Sebaliknya ada pakar yang melihat ciri-ciri umum yang sama dengan berbagai kisah sebelumnya. Menurut pakar Alkitab, Campbell dan O'Brien, baik bagian J dan P dari kisah air bah di Kitab Kejadian ditulis dalam masa pembuangan ke Babel atau sesudahnya (setelah tahun 539 SM) dan berasal dari sumber Babilonia.