Top 10 similar words or synonyms for reynold

panggabean    0.767152

surbakti    0.763781

ginanjar    0.737437

adjie    0.733726

anto    0.732610

irvan    0.731783

siagian    0.729192

erick    0.725208

hendri    0.725017

aldy    0.722902

Top 30 analogous words or synonyms for reynold

Article Example
Reynold Panggabean Reynold Panggabean () adalah seorang komposer, pemain film, serta penyanyi dan mantan anggota group The Mercy's, juga pimpinan kelompok musik Tarantula.
Reynold Panggabean Saat itu sekitar tahun 1977 untuk kedua kalinya saat keyboardist dan vokalis utama The Mercy’s telah menyatakan mundur dari The Mercy's. Ketiga anggota The Mercy’s yang tersisa : Rinto Harahap (bass, vocal), Erwin Harahap (gitar), dan Reynold Panggabean (drums, vocal) masih tetap berusaha mempertahankan eksistensi kelompok ini. Musik The Mercy’s jelas pincang tanpa adanya elemen organ atau keyboards yang sudah menjadi "trademark" sejak awal. Ketiga sisa personil The Mercy’s kemudian kasak-kusuk mencari pengganti, karena dalam waktu relatif singkat The Mercy’s yang tinggal bertiga harus segera masuk studio untuk merampungkan album baru.
Reynold Panggabean Tahun 1978, Charles Hutagalung & Albert Sumlang kembali bergabung ke dalam The Mercy’s dan mereka melakukan rekamannya yang terakhir. Album Mimpi, tercatat sebagai album terakhir mereka dengan formasi lengkap setelah kembalinya Charles dan Albert yang dirilis pada tahun itu. Setelah The Mercy's menyelesaikan album tersebut, para anggota mengalami situasi kejenuhan. Anggota The Mercy’s memulai kegiatannya masing-masing di luar group. Charles Hutagalung sibuk bersolo karier, Erwin Harahap memilih berprofesi sebagai pengusaha jalur Produser Rekaman dengan mendirikan perusahaan sendiri. Albert Sumlang sibuk membantu album solo penyanyi lain. Rinto Harahap menjadi penyanyi solo, mendirikan band Lolypop, dan perusahaan rekaman, mencipta lagu, dan mengorbitkan penyanyi-penyanyi. Reynold Panggabean pun memutuskan mendirikan group musik sendiri. Group musik ini beraliran dangdut yang ia berinama Orkes Modern Tarantula.
Reynold Panggabean Mia berhasil diorbitkannya menjadi seorang penyanyi super star dangdut nasional dengan debut perdana albumnya berjudul berjudul "Colak Colek" sekaligus menjadi hitsnya. Lagu ciptaannya Reynold ini sekaligus menjadi pembuka bagi kesuksesan Mia melambungkan namanya pada deretan penyanyi top dangdut nasional, setara dengan Rhoma Irama, Muchsin Alatas, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto, dan Ellya Khadam.
Reynold Panggabean Kesuksesan album perdana istrinya tersebut membuatnya menjadi lebih tertantang menciptakan lebih banyak lagu dangdut lainnya. Hingga menghasilkan beberapa album berikutnya antara lain : Liku Liku, "Raba-raba", "Ceplas-ceplos", "Gengsi Dong", "Wakuncar", "Murah Meriah", dan "Colak Colek II", "Tak Tik". Semuanya memperoleh hasil penjualan yang mengagumkan. Album-album tersebut sukses di pasaran, bahkan banyak yang telah difilmkan. Reynold-Camelia pun mendongkrak industri rekaman yang selalu ingin mencetak laba. Maka, setelah Colak-Colek, dibuatlah lagu dengan judul yang mirip seperti "Raba-Raba", "Ceplas-Ceplos", "Asyik-Asyik", "Kecup-Kecup", "Kasak-Kusuk", "Sayang-Sayang", "Kedap-Kedip", "Manis-Manis". Group Musk Tarantula bermain-main kata ulang dengan syair yang genit dan menggoda.
Reynold Panggabean Reynold pernah berkecimpung dalam dunia akting. Bermula dari kesuksesan album Colak-Colek, ia diajak bermain film dengan judul yang sama "Colak-Colek" pada tahun 1980. Dalam film itu ia menjadi aktor pemeran utama bersama istrinya Camelia Malik. Ia juga menjadi penata musik sekaligus penulis cerita bersama Eddy D. Iskandar. Menyusul kesuksesan film perdana mereka tersebut, ia diminta lagi bermain dalam film berikutnya berjudul "Jangan Coba Raba-Raba" (1980). Dalam sinema layar lebar itu ia juga berperan utama bersama istrinya, Camelia Malik.
Reynold Panggabean Reynold menjalani pernikahan beda agama dengan penyanyi dangdut Camelia Malik putri tokoh sineas nasional berdarah Minangkabau Djamaluddin Malik pada tahun 1977. Perkawinan tersebut berakhir pada tanggal 2 Maret 1989, setelah dua belas tahun tanpa dikaruniai keturunan. Camelia memiliki kemudian menikah lagi dengan aktor Harry Capri, 16 juli 1989.
Reynold Panggabean Reynold ikut mendirikan grup band The Mercy's di Medan pada tahun 1969 bersama 4 orang temannya yakni Erwin Harahap, Rinto Harahap, Rizal Arsyad, dan Iskandar alias Boen . Band ini dibangun oleh sekelompok anak muda yang berasal dari satu daerah di Medan, Sumatera Utara yang mempunyai satu visi yang sama, membentuk band pesta. Band ini di bawah pimpinan Rizal Arsyad (Mantan suami Iis Sugianto), dan Reynold didapuk menjadi drummernya. Grup ini selalu mengikuti tren perkembangan musik mancanegara, sehingga mereka sering mengacu pada band The Beatles, The Bee Gees, The Hollys, C.C.R maupun Monkeys. Sesekali mereka juga membawakan lagu-lagu band nasional, seperti Koes Plus dengan hit-nya "Telaga Sunyi".
Reynold Panggabean Pada 1971, mereka kembali mendapat tawaran show di Jepang. Pada saat itu grup Spokies sudah berjaya di sana dengan personel anak-anak Indonesia yang bersekolah di Tokyo, antara lain, Broery Pesolima dan Joko Susilo. Angin segar ini membuat mereka bersemangat kembali. Namun, karena sesuatu hal, rencana mereka untuk manggung di Jepang, kandas lagi. Group ini tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, pupuslah harapan "go International" dan memilih tetap di kota Medan. Mereka kembali beraktivitas di panggung dengan kesabaran. Namun popularitas mereka tidak bisa terangkat lebih tinggi lagi, karena nama mereka belum dikenal oleh publik nasional kala itu.
Reynold Panggabean Pada tahun 1972, The Mercy’s memutuskan hijrah ke Jakarta. Bermula dari datangnya dewa penolong dari "tulang" ‘Herman Tobing (adik Ibu dari Erwin & Rinto Harahap). Ia menyurati mereka dan mengajak pindah ke Jakarta, berjanji akan mencarikan tempat wadah bermusiknya. Charles, Rizal, dan Rinto memanfaatkan kesempatan tersebut pertama kali. Erwin bersama Reynold pun bergabung dengan formasi yang telah lebih dulu merintis manggung di Jakarta, karena harus menyelesaikan masalah administrasi di Medan. Pada mulanya di ibukota mereka masih tampil di beberapa kelab malam, membawakan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri. Kemudian mereka mengisi serangkaian show secara berkala di empat tempat, seperti Tropicana, LCC, Paprica, dan Mini Discotique. Kesempatan baik ini dimanfaatkan betul oleh The mercy’s dengan memperkenalkan lagu ciptaan mereka seperti ‘"Untukmu", "Hidupku sunyi", "Love" dll. Di tempat terakhir inilah, The Mercy's mampu menembus dominasi band asal kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Mereka yang datang dari sebuah band lokal asal Medan menjadi band nasional sejajar dengan The Rollies, Gipsy, dan The Pros. Setelah di Jakarta, pasang surut yang melanda blantika musik Indonesia juga dirasakan oleh The Mercy's hingga periode kesempatan memasuki dunia rekaman. Rizal Arsyad kemudian memilih mengundurkan diri karena hendak meneruskan sekolahnya ke Jerman. Kepemimpinan The Mercy’s pada saat itu pun beralih kepada Erwin Harahap.