Top 10 similar words or synonyms for musayyib

harits    0.789397

hushain    0.774694

syaibah    0.762494

khalaf    0.761056

haritsah    0.760382

mihshan    0.754202

tsabit    0.744950

thalhah    0.743410

harb    0.729574

fihr    0.727629

Top 30 analogous words or synonyms for musayyib

Article Example
Said bin al-Musayyib Said adalah orang yang paling hapal atas berbagai hukum dan keputusan yang dikeluarkan oleh Khalifah Umar bin Khattab, sehingga mendapat julukan "Rawiyatul Umar" (periwayat Umar). Hadits "mursal" yang berasal dari Said bin al-Musayyib dianggap "hasan" oleh Imam Syafi'i. Walau demikian, Imam Ahmad juga selainnya berkata, ""Mursalat" (kumpulan hadits mursal) yang diriwayatkannya adalah shahih kesemuanya."
Said bin al-Musayyib Said bin al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb al-Makhzumi al-Quraisy (, lahir 15 H/636, wafat 94 H/715 M; umur 79 tahun) adalah salah seorang ulama ahli hadits dan ahli fiqih dari Madinah. Ia termasuk golongan tabi'in, dan merupakan salah seorang dari Tujuh Fuqaha Madinah. Di antara ketujuh tokoh Madinah tersebut, Said sering dianggap sebagai yang paling berpengaruh.
Said bin al-Musayyib Said dikenal sangat tekun beribadah, telah melakukan haji lebih dari tiga puluh kali, dan selama empat puluh tahun tidak pernah meninggalkan salat berjamaah di baris ("shaf") pertama di masjid. Imam Ahmad merawikan dari 'Imran al-Jauni bahwa "Sa'id bin al-Musayyib tidak pernah ketinggalan salat (berjamaah) dalam semua salatnya selama 40 tahun, dan tidak pula melihat tengkuk para jamaah (karena berada di shaf pertama), dan para jamaah juga tidak pernah mendapatinya keluar dari masjid (karena ia pulang paling terakhir)." Abu Sahal Utsman bin Hakim berkata, "Aku mendengar Sa'id bin al-Musayyib berkata, 'Sejak 30 tahun yang lalu, setiap kali mu'adzin mengumandangkan adzan, aku pasti sudah berada di masjid.'"
Said bin al-Musayyib Said bermata-pencaharian sebagai sebagai penjual minyak, dan ia tidak pernah mau menerima berbagai pemberian. Ia menikah dengan anak perempuan dari Abu Hurairah. Ia mempunyai seorang putri bernama Ribab, yang meskipun dilamar oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan bagi anaknya Al-Walid, namun dinikahkannya dengan muridnya Abdullah bin al-Wada'ah.
Ibnu Syihab az-Zuhri Ia banyak mengambil ilmu dari para tabi’in senior seperti kepada Sayyidut Tabi’in Sa’id bin Musayyib, Ia mengatakan, “Lututku selalu menempel pada lutut Sa’id bin Musayyib selama delapan tahun.”, juga kepada Urwah bin Zubair, Al-Qasim bin Muhammad, dan yang lainnya. Sedangkan beberapa muridnya yang ternama sperti: Imam Malik bin Anas “Imam Daril Hijrah”, Al-Laits, Sufyanain, dan lainnya.
Umar bin Abdul-Aziz Pada era Al-Walid I ini juga tercatat tentang keputusan khalifah yang kontroversial untuk memperluas area di sekitar masjid Nabawi sehingga rumah Rasulullah ikut direnovasi. Umar membacakan keputusan ini di depan penduduk Madinah termasuk ulama mereka, Said bin al-Musayyib, sehingga banyak dari mereka yang mencucurkan air mata. Berkata Said bin al-Musayyib: ""Sungguh aku berharap agar rumah Rasulullah tetap dibiarkan seperti apa adanya sehingga generasi Islam yang akan datang dapat mengetahui bagaimana sesungguhnya tata cara hidupnya yang sederhana"."
Sahabat Nabi Demikian pula ulama Tabi'in Said bin al-Musayyib (w. 94 H/715 M) berpendapat bahwa: “Sahabat Nabi adalah mereka yang pernah hidup bersama Nabi setidaknya selama setahun, dan turut serta dalam beberapa peperangan bersamanya.”
Abu Hurairah Abu Hurairah termasuk salah satu di antara kaum fakir muhajirin yang tidak memiliki keluarga dan harta kekayaan, yang disebut "Ahlush Shuffah", yaitu tempat tinggal mereka di depan Masjid Nabawi. Abu Hurairah mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan Said bin Musayyib, yaitu salah seorang tokoh tabi'in terkemuka.
Sulaiman bin Yasar Sulaiman bin Yasar banyak meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Ummu Salamah, dan lain-lain. Said bin al-Musayyib sering menyarankan peminta fatwa untuk bertanya kepada Sulaiman bin Yasar, yang disebutnya sebagai ulama yang paling berlimu. Ia juga merupakan salah satu guru utama dari Az-Zuhri dan Imam Malik.
Sufyan bin Uyainah Al Musayyib bin Wadhih berkata bahwa Ibnu Uyainah ditanya tentang zuhud,maka dia menjawab, Zuhud adalah menjauhi apa-apa yang diharamkan, adapun semua yang dihalalkan Allah boleh dikonsumsi. Sesungguhnya para Nabi itu menikah, berkendaraan, berpakaian yang bagus dan memakan makanan, akan tetapi Allah melarang mereka dalam beberapa perkara maka merekapun meninggalkannya, dan mereka adalah orang-orang yang zuhud."