Top 10 similar words or synonyms for manjusri

awalokiteswara    0.756317

wairocana    0.711960

samantabhadra    0.709940

bodhisattva    0.698391

ksitigarbha    0.696929

bodhisatwa    0.696411

ganesa    0.690074

shiwa    0.689711

boddhisatwa    0.684240

rupang    0.683815

Top 30 analogous words or synonyms for manjusri

Article Example
Manjusri Bersama-sama dengan sang Buddha dan pengikutnya Samantabhadra, ia membentuk trinitas Shakyamuni (Jepang: Sanzon Shaka). Dalam Buddhisme Tibet, ia juga seringkali digambarkan dalam trinitas dengan Avalokiteshvara dan Vajrapani.
Manjusri Manjusri diceritakan dalam sejumlah Sutra Mahayana, khususnya Prajnaparamita Sutra. Sutra Teratai memberikan sebuah surga kepadanya yang bernama "Vimala", yang menurut Avatamsaka Sutra berada di timur. Menurut beberapa tradisi Vajrayana, Saraswati adalah istrinya. Ia juga kadang-kadang dipanggil Manjughosha.
Manjusri Istilah Sanskerta akan "Mañjuśrī" dapat diartikan sebagai "Kemuliaan Baik Hati" ("Gentle Glory"). Mañjuśrī juga dikenal dengan nama Sanskerta yang lebih lengkap yakni "Mañjuśrī-kumāra-bhūta".
Manjusri Manjusri ( "Wénshū" atau 文殊師利菩薩 "Wénshūshili Púsà" ); Jepang: "Monju"; Tibet: "Jampelyang"; Nepal: मंजुश्री "Manjushree") adalah seorang Bodhisattva (individu yang tercerahkan) dalam tradisi Agama Buddha Mahayana dan Vajrayana. Manjusri adalah seorang "bodhisattva" yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, pengajaran dan kesadaran dan dalam tradisi Vajrayana merupakan dewa meditasi "(yidam)", yang menggambarkan kebijaksanaan yang tercerahkan. Menurut sejarah, kitab suci Mahayana menjelaskan bahwa Manjusri adalah seorang pengikut Buddha Gautama, walaupun ia tidak disebutkan dalam kitab suci Pali.
Manjusri Para ahli mengidentifikasikan Manjusri sebagai "Bodhisattva mistis dalam tradisi Mahayana yang tertua dan paling signifikan." Manjusri pertama kali disebut pada awal tradisi kitab-kitab "Mahayana" seperti Prajnaparamita Sutta dan melalui masa awal tradisi inilah ia menjadi simbol perwujudan dari "prajñā" (kebijaksanaan). Manjusuri digambarkan kemudian dalam banyak teks yang berhubungan dengan Tantric seperti "Mañjuśrī-mūla-kalpa". dan "Mañjuśrīnāmasaṃgīti".
Prasasti Manjusri Berdasarkan tafsiran Bosch dari tulisan pada prasasti tersebut, kemungkinan Adityawarman mendirikan candi tambahan di lapangan Candi Jago tersebut, atau mungkin pula candi yang didirikan tahun 1280 sudah runtuh dan digantikan dengan candi baru. Tidak adanya sisa-sisa bangunan besar di samping Candi Jago yang sekarang, sehingga menunjukkan penjelasan yang kedua lebih masuk akal. Hal ini didukung pula oleh gaya relief dan ukiran pada candi tersebut, menurut analisis Stutterheim, membuktikan bahwa candi yang sekarang ini lebih baru daripada abad ke-13.
Prasasti Manjusri Karakter "Manjusri" dianggap sebagai personifikasi dari kebijaksanaan transenden. Dia duduk di atas takhta berhiasan teratai yang gemerlapan, pada tangan kirinya ia memegang sebuah buku (sebuah naskah daun palem), tangan kanannya memegang pedang (yang bermakna untuk melawan kegelapan), dan pada dadanya dilingkari tali. Ia juga dikelilingi oleh empat dewa, yang semuanya bermakna replika dirinya sendiri.
Prasasti Manjusri Prasasti Manjusri merupakan manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Arca Manjusri, bertarikh 1343, pada awalnya ditempatkan di Candi Jago (sekarang tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214). Candi Jago atau Candi Tumpang atau Candi Jinalaya (pura) merupakan tempat asalnya patung Manjusri ini. Candi tersebut mula-mula didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana yang mangkat pada tahun 1268.
Prasasti Manjusri Berikut ini teks dari prasasti tersebut:
Candi Jago Pada candi inilah Adityawarman kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada Prasasti Manjusri. Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214.