Top 10 similar words or synonyms for ivander

egi    0.670928

hengky    0.669377

abrar    0.666871

waworuntu    0.665391

hikmal    0.664438

rully    0.662696

adrianto    0.653169

tumewu    0.647901

marpaung    0.646033

mcdanny    0.644999

Top 30 analogous words or synonyms for ivander

Article Example
Richard Ivander Richard Ivander () adalah aktor berkebangsaan Indonesia. Pria beragama Kristen ini memulai karirnya di sinetronnya yang berjudul ""Somad"" di MNCTV.
Kakak (film) 4. Ivander Tedjasukmana ingin penonton mengerti makna ceritanya bersama Horor yang diciptakan. Karena Kisah nyata ini berdasarkan kisah istrinya sendiri.
Kakak (film) 1. Film KAKAK yang ditulis oleh Kim Kematt dan Ivander Tedjasukmana menjadi karya terakhir bagi Kim Kematt yang pergi mendahului sebelum filmnya tayang.
XXL-Double Extra Large XXL-Double Extra Large adalah film Indonesia pada tahun 26 November 2009 dengan disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana. Film ini dibintangi antara lain oleh Aming dan Mey Chan.
Daus Mini Daus Mini menikah dengan Yunita Lestari yang bertinggi normal pada tanggal 17 Juli 2011 dengan mas kawin berupa uang sebesar Rp 2.100.100 yang tersusun rapi dalam sebuah bingkai. Putra mereka, Ivander Haykal Firdaus lahir pada tanggal 2 Januari 2012. Menurut dokter putra mereka kelak akan bertubuh normal. Sekarang ini pasangan tersebut sedang dalam Proses Perceraian di Pengadilan Agama Depok.
Inul Daratista Inul menikah di usianya yang masih sangat muda, yaitu 16 tahun pada 29 Mei 1995 dengan Adam Suseno. Pernikahan yang dibina selama 13 tahun itu belum juga membuahkan anak. Namun mimpi itu akhirnya terwujud pada 2009. Melalui program bayi tabung, Inul berhasil melahirkan anak pertamanya pada 19 Mei 2009 pada pukul 21.29 secara caesar. Bayi laki-laki ini diberi nama Yusuf Ivander Damares.
Kakak (film) Kakak adalah sebuah film horor Indonesia produksi Firefly Cinema yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana dan dibintangi oleh Laudya Chintya Bella dan Surya Saputra. Film Kakak menceritakan tentang perjuangan pasangan Adi (Surya Saputra) dan Kirana (Laudya Chintya Bella) adalah sepasang suami istri yang sudah lama menikah namun belum memiliki anak. Hal ini dikarenakan fisik Kirana yang lemah karena asthma. Kirana mengalami keguguran sampai tiga kali yang membuatnya semakin stress dan sedih berkepanjangan.
Tendangan Si Madun Returns Madun (Yusuf Mahardika) anak berusia 12 tahun ini, sehari hari tinggal bersama ibunya, Bu Marni (Elma Theana). Madun bekerja sebagai Pembersih di lapangan Futsal milik Pak Darmawan (Chairul Yusuf) dan Ibu Shinta (Tessa Kaunang). Suatu hari Pak Darmawan dan Bu Shinta yang menginginkan tanah milik Panti Asuhan, sengaja menagih hutang ibu Panti demi mendapatkan tanah tersebut. Karena upayanya gagal, lalu mereka memutuskan mengadakan pertandingan sepak bola antara team Pak Darmawan bersama anaknya, Juki (Richard Ivander), melawan team Panti Asuhan. Saat pertandingan berlangsung, team Panti Asuhan nyaris kalah. Melihat itu Madun tidak rela, karena tidak ingin Panti Asuhan di ambil paksa oleh Pak Darmawan, Maka diam diam ia menyamar menjadi pemain bola bertopeng demi membantu team panti Asuhan, hingga akhirnya meraih kemenangan.
Tendangan Si Madun Madun (Yusuf Mahardika) anak berusia 12 tahun ini, sehari hari tinggal bersama ibunya, Bu Marni (Elma Theana). Madun bekerja sebagai Pembersih di lapangan Futsal milik Pak Darmawan (Chairul Yusuf) dan Ibu Shinta (Tessa Kaunang). Suatu hari Pak Darmawan dan Bu Shinta yang menginginkan tanah milik Panti Asuhan, sengaja menagih hutang ibu Panti demi mendapatkan tanah tersebut. Karena upayanya gagal, lalu mereka memutuskan mengadakan pertandingan sepak bola antara tim Pak Darmawan bersama anaknya, Juki (Richard Ivander), melawan tim Panti Asuhan. Saat pertandingan berlangsung, tim Panti Asuhannyaris kalah. Melihat itu Madun tidak rela, karena tidak ingin Panti Asuhan di ambil paksa oleh Pak Darmawan, Maka diam diam ia menyamar menjadi pemain bola bertopeng demi membantu tim panti Asuhan, hingga akhirnya meraih kemenangan.
SMP Negeri 1 Kota Mojokerto Prestasi yang ditorehkan oleh para siswa Spensa '14 sangat banyak. Ada beberapa siswa yang mewakili Kota Mojokerto untuk mengikuti OSN tingkat Provinsi Jawa Timur, seperti Ahmad Nur Alifullah (Matematika), Alif Luqman Kahfi (Fisika), dan Galuh Fahmi Fahrezi (Biologi). Lalu ada pula yang ikut menjadi bagian dari tim Paguyuban Pecinta Seni Tradisi (PPST) yang menjadi penyaji terbaik di Malang, seperti Satrio Pinandito Tunggal Talangkas, Dwieka Septiani, Evita Puspitasari, Amithya Nafisah, Ines Samantha, Azza Falahuddin Haqqi, Rifqi Nur Adlirrahman, dkk. Selain itu, dalam bidang olahraga, ada yang berprestasi dalam cabang basket, seperti Alvian Fadhilah Firmansyah, Ivander Ari Rohi, dan Muhammad Arief Permana, serta cabang futsal, seperti Adam Syah Habibie, Bachtiar Briyan Bismoko, Fahrijal Chabibi, Ersa Budi Sutanto, dkk. Ketika mengikuti Smansasoo Intelligence Competition (SIC) 2014, angkatan ini berhasil memborong banyak piala sekaligus menahbiskan diri sebagai Juara Umum SIC 2014. Mereka yang berhasil memborong piala antara lain Alif Luqman Kahfi ( Juara 3 Fisika), Imam Nugroho (Juara 4 Fisika), Galuh Fahmi Fahrezi (Juara 2 Biologi), Ahmad Nur Alifullah (Juara 2 Matematika), Ahmad Naufal Ikromi (Juara 4 Matematika), Tito Guntur Safirda (Juara 3 IPU), serta sapu bersih Juara 1-5 yang diraih Diyah Ayu Rohmani, Janadi Daya Senagari, Aufa Rida Fortuna, Muhammad Alifandi Tranggono, dan Muhammad Ridwan Naufal Ariq. Prestasi lain datang ketika dilaksanakannya Ujian Nasional 2014. SMPN 1 Mojokerto berhasil menempatkan 4 siswa dalam posisi 5 besar NUN tertinggi se-Kota Mojokerto yang berhasil diraih oleh Ahmad Naufal Ikromi (38,35), Faisal Chanif Izzuddin (38,10), Siti Nur Laili Rahmawati (37,85), serta Feiliana (37,80). Kualitas mereka pun tak perlu diragukan lagi. Bahkan ketika lulus pun, ada sekitar 20 siswa Spensa '14 ini yang berhasil lolos seleksi masuk program Akselerasi di beberapa SMA. Yang berhasil diterima di Akselerasi SMAN 1 Sooko antara lain Abdiel Wahyu Ramadhyono, Ahmad Naufal Ikromi, Ajeng Dwi Andaresta, Alif Luqman Kahfi, Ayu Imamatun Nisa, Bachtiar Briyan Bismoko, Feiliana, Herin Muji Merdiyanti, Imam Nugroho, Inez Cyntiarani, Laily Wahyuningtyas Putri Hariono, Nurul Qomariyah Apriliani, Rezka Ajeng Pradhitta, Risa Aulia Ramadhani, Sabila Imroatun Najah, dan Sandy Arya Pratama, lalu di SMAN 1 Puri antara lain Faris Kamal Ishlahi, Lintang Eka Putri, dan Rizki Aiman Haniffalah Harijanto, serta satu siswa di MAN 3 Malang, yaitu Laila Dzaikra Habsari.