Top 10 similar words or synonyms for garib

sirhindi    0.727401

hakimi    0.717180

mansoor    0.710434

maula    0.710076

ighil    0.707458

wuquf    0.706921

asim    0.706689

idhar    0.706540

sergen    0.706056

naqshband    0.705254

Top 30 analogous words or synonyms for garib

Article Example
Orang Dayak Maanyan Paju Epat h. Damang Garib
Siong, Paju Epat, Barito Timur h. Damang Garib
Muhammad bin Isa at-Tirmidzi Imam Tirmidzi di dalam Al-Jami’-nya tidak hanya meriwayatkan hadits sahih semata, tetapi juga meriwayatkan hadits-hadits hasan, da’if, garib dan mu’allal dengan menerangkan kelemahannya.
Żul Qarnain Diriwayatkan Waqi dari Israil dari Jabir dari Mujahid dari Abdullah bin Amr, dia berkata: “Żul Qornain seorang nabi”, diriwayatkan al-Hafid bin Asakir dari hadits Abi Muhammad bin Abi Nasr dari Abi Ishaq bin Ibrahim bin Muhammad bin Abi Duaib, berkata Muhammad bin Hamad, bercerita Abdu Razzaq dari Muammar dari Ibnu Abi Duaib dari Muqbiri dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah bersabda: Aku tidak tahu atau tidak, aku tidak tahu khudud itu menghapus dosa pelakunya atau tidak dan aku tidak tau Żul Qarnain itu seorang nabi atau bukan, dan ini "garib" dari sisi ini.
Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin Desa Pagar Desa merupakan Desa lama dengan pejabat Kepala Desa pertama Bapak Kori Dari tahun 1978 sampai tahun 1993, Kepala Desa yang ke Dua di jabat oleh Bapak Kasinnudin Hia yang menjabat dari Tahun 1993 sampai Tahun 2002,Pejabat Ke pala Desa yang ke tiga Bapak M.Said garib yang menjabat dari Tahun 2002 sampai dengan 2010,Dari Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2016 kepala Desa Pagar Desa di jabat oleh Bapak Yusrizal. Dan saat ini Periode Tahun 2016 – 2022 Desa Pagar Desa dipimpin Olah Bapak Firman Luter Hia.  Saat ini Desa pagar Desa terdiri dari 3 (Tiga) dusun dan 10 (Sepuluh) Rt Dengan jumlah penduduk : Laki- laki = 795  jiwa,Perampuan = 800 jiwa,Dan kepala keluarga= 481
Muhammad bin Isa at-Tirmidzi "Saya mendengar Abu ‘Isa at-Tirmidzi berkata: Pada suatu waktu dalam perjalanan menuju Makkah, dan ketika itu saya telah menuslis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang guru. Guru tersebut berpapasan dengan kami. Lalu saya bertanya-tanya mengenai dia, mereka menjawab bahwa dialah orang yang kumaksudkan itu. Kemudian saya menemuinya. Saya mengira bahwa "dua jilid kitab" itu ada padaku. Ternyata yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang mirip dengannya. Ketika saya telah bertemu dengan dia, saya memohon kepadanya untuk mendengar hadits, dan ia mengabulkan permohonan itu. Kemudian ia membacakan hadits yang dihafalnya. Di sela-sela pembacaan itu ia mencuri pandang dan melihat bahwa kertas yang kupegang masih putih bersih tanpa ada tulisan sesuatu apa pun. Demi melihat kenyataan ini, ia berkata: ‘Tidakkah engkau malu kepadaku?’ lalu aku bercerita dan menjelaskan kepadanya bahwa apa yang ia bacakan itu telah kuhafal semuanya. ‘Coba bacakan!’ suruhnya. Lalu aku pun membacakan seluruhnya secara beruntun. Ia bertanya lagi: ‘Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku?’ ‘Tidak,’ jawabku. Kemudian saya meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits yang tergolong hadits-hadits yang sulit atau garib, lalu berkata: ‘Coba ulangi apa yang kubacakan tadi,’ Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai; dan ia berkomentar: ‘Aku belum pernah melihat orang seperti engkau."